Mekar senja memeluk asa,
Kupinang bayang bermahkota.
Takdir menjawab luka semata,
Logika menang tanpa cinta.
Ruang kalbu menjadi gurun,
Langit membisu memendam embun.
Kuhimpun napas menahan runtun,
Menjahit hati dalam santun.
Fajar datang membawa pelita,
Sekuntum melati menyapa jiwa.
Menggenggam tangan tanpa meminta,
Mengukir janji menuju bahagia.
Kala cincin hendak bertakhta,
Mawar lama kembali menyapa.
"Masihkah logika menguasai rasa?"
"Kau lupa luka yang kau cipta."
Musim berganti menghapus jejak,
Silih berlabuh pada temaram.
Bayangmu tinggal bagai gerak,
Namun jiwa tak akan berulam.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar